Panduan Lengkap Penulisan Gelar S1 dan S2 yang Benar di
Penulisan Gelar S1 dan S2 Di dunia akademik maupun profesional, penulisan gelar sarjana (S1) dan magister (S2) sering kali menjadi hal yang membingungkan bagi
Di dunia akademik maupun profesional, penulisan gelar sarjana (S1) dan magister (S2) sering kali menjadi hal yang membingungkan bagi banyak orang. Mulai dari penempatan titik, singkatan yang tepat, hingga urutan nama dan gelar, semuanya perlu diperhatikan agar penulisan gelar terlihat rapi, formal, dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Terutama buat kamu yang bekerja di bidang kecantikan atau profesional lainnya, memahami cara penulisan gelar yang benar bisa meningkatkan kesan profesional dan kredibilitas.
Mengapa Penulisan Gelar Itu Penting?
Penulisan gelar bukan hanya soal formalitas semata. Jika kamu menulis gelar secara keliru, bisa menimbulkan kesan kurang profesional atau bahkan salah kaprah soal kualifikasi pendidikan kamu. Di dunia kecantikan, misalnya, seorang makeup artist atau ahli kecantikan yang juga membawa gelar S1 atau S2 dari bidang terkait seperti Farmasi, Ilmu Kesehatan, atau Manajemen Bisnis akan mendapatkan nilai tambah ketika gelarnya tertulis dengan benar. Pelanggan dan kolega pun jadi lebih percaya dan menghargai kompetensimu.
Dasar-dasar penulisan gelar s1 dan s2 di Indonesia
Pengertian Gelar S1 dan S2
Gelar S1 adalah gelar akademik sarjana yang biasanya diperoleh setelah menempuh pendidikan selama 3-4 tahun di perguruan tinggi (misalnya S.Si, S.Kom, S.E, S.H). Sedangkan gelar S2 adalah gelar magister yang didapatkan setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana sekitar 1,5-2 tahun (contoh: M.Si, M.Kom, M.Ec, M.H).
Peraturan Resmi Tentang Penulisan Gelar
Di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud RI mengatur tata cara penulisan gelar akademik. Beberapa poin penting meliputi:
- Gelar ditulis dengan singkatan yang resmi dan sudah baku.
- Gelar ditulis setelah nama lengkap pemilik gelar.
- Tanda titik (.) digunakan setelah singkatan gelar, kecuali untuk beberapa gelar yang memang sudah baku tanpa titik.
- Urutan gelar mengikuti jenjang pendidikan, mulai dari gelar terendah (S1) sampai tertinggi (S2/S3).
Cara Menulis Gelar S1 dan S2 yang Benar
1. Penulisan Gelar S1
Untuk gelar sarjana (S1), singkatan gelarnya diawali dengan huruf kapital dan diikuti oleh titik. Contoh gelar S1 yang sering ditemui di Indonesia:
- Sarjana Teknik: S.T.
- Sarjana Ekonomi: S.E.
- Sarjana Hukum: S.H.
- Sarjana Ilmu Komputer: S.Kom.
- Sarjana Farmasi: S.Farm.
Contoh penulisan nama dan gelar S1 yang benar:
Rina Anggraeni, S.Kom.
Perhatikan bahwa tanda titik digunakan setelah setiap huruf singkatan. Selain itu, tidak perlu menambahkan tanda koma sebelum gelar.
2. Penulisan Gelar S2
Gelar magister (S2) juga mengikuti kaidah serupa, dengan singkatan resmi dan titik di belakang singkatan. Contoh gelar S2 yang umum: Memahami Peran Prosesor iPhone dalam Dunia Kecantikan
- Magister Manajemen: M.M.
- Magister Ilmu Komputer: M.Kom.
- Magister Hukum: M.H.
- Magister Sains: M.Si.
- Magister Administrasi Publik: M.A.P.
Contoh penulisan nama dan gelar S2 yang benar:
Dewi Lestari, M.M.
3. Penulisan Gelar S1 dan S2 Bersamaan
Jika seseorang memiliki gelar sarjana dan magister sekaligus, maka penulisan gelar harus dimulai dari gelar terendah terlebih dahulu (S1), lalu diikuti gelar S2.
Contoh:
Andi Pratama, S.Kom., M.M.
Urutan nama dan gelar seperti ini adalah yang paling tepat dan berlaku sesuai standar resmi di Indonesia. Makna dan Tafsir Mimpi Menangkap Kucing dalam Perspektif
4. Penulisan Gelar Tanpa Koma Sebelum Gelar
Sering kali kita dibuat bingung apakah perlu koma sebelum gelar atau tidak. Aturan resmi menyatakan bahwa setelah nama tidak perlu koma sebelum gelar akademik yang ditulis.
Jadi, yang benar adalah:
Bagas Nugroho S.T. (bukan Bagas Nugroho, S.T.)
Namun, dalam prakteknya, banyak penulisan termasuk di dokumen formal masih menggunakan tanda koma. Meski begitu, untuk menegakkan formalitas, sebaiknya tanpa koma.
Tips Menulis Gelar di Media Sosial dan CV
Di era digital seperti sekarang, penulisan gelar juga sering muncul di profil media sosial, LinkedIn, atau CV. Agar tampak profesional, gunakan format resmi yang sudah dijelaskan tadi.
- Pastikan ejaan dan singkatan gelar sudah benar.
- Letakkan gelar setelah nama lengkap.
- Gunakan titik setelah singkatan gelar sesuai standar.
- Untuk media sosial yang memiliki batas karakter, pakai gelar yang relevan dan jangan berlebihan.
Misalnya, kamu seorang ahli kecantikan yang juga lulusan S1 Farmasi dan S2 Manajemen Bisnis, maka di LinkedIn kamu bisa menulis:
Nama Lengkap, S.Farm., M.M.
Sangat menarik dan meningkatkan peluang profesionalmu dikenali sebagai orang yang kompeten dan berpendidikan.
Kesalahan Umum dalam Penulisan Gelar dan Cara Menghindarinya
1. Tidak Menggunakan Titik Setelah Singkatan Gelar
Banyak yang menulis gelar tanpa titik, contohnya hanya “SE” atau “MM”. Padahal, berdasarkan kaidah resmi, titik harus digunakan sebagai tanda singkatan.
2. Menulis Gelar sebelum Nama
Penulisan gelar akademik yang benar adalah setelah nama, bukan di depan nama seperti “S.T. Andi Pratama”. Ini tidak sesuai dengan aturan formal dan bisa membuat bingung pembaca.
3. Menggunakan Singkatan Gelar yang Salah
Setiap jurusan memiliki singkatan gelar sendiri, jangan asal pakai singkatan gelar jika tidak tahu. Contohnya, jangan menulis “S.K.” untuk Sarjana Komputer, yang benar adalah “S.Kom.”
Contoh Penulisan Gelar bagi Profesional di Bidang Kecantikan
Buat kamu yang bekerja di industri kecantikan dan memiliki gelar akademik, misalnya lulusan S1 Farmasi dan S2 Manajemen, berikut contoh yang tepat untuk kartu nama atau profil:
Nama: Melati Sari
Gelar Lengkap: Melati Sari, S.Farm., M.M.
Jika kamu lulusan S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan S2 Ilmu Kesehatan, penulisannya:
Rizki Putra, S.K.M., M.Kes.
Penulisan gelar yang tepat akan membuat profil kamu semakin kredibel di mata klien dan rekan kerja di industri kecantikan.
Kesimpulan
Penulisan gelar S1 dan S2 memang terlihat sederhana, tapi ada aturan resmi yang harus dipatuhi agar penulisan tersebut formal dan kredibel. Mulai dari penggunaan titik, urutan gelar, hingga penempatan gelar setelah nama adalah hal penting yang perlu diingat. Khususnya bagi para profesional di bidang kecantikan yang juga memiliki latar belakang akademik, memastikan gelar tercantum dengan benar bisa menjadi nilai plus tersendiri.
Kalau kamu ingin terlihat profesional dan dihargai, mulai sekarang biasakan menulis gelar akademik dengan benar sesuai panduan yang sudah dibahas di artikel ini. Selamat mencoba!
FAQ Seputar Penulisan Gelar S1 dan S2
1. Apakah gelar akademik harus selalu ditulis lengkap dengan titik?
Iya, menurut kaidah resmi di Indonesia, setiap singkatan gelar akademik harus diikuti dengan tanda titik sebagai penanda singkatan, seperti S.T., S.E., M.M., dan lain-lain. Wikipedia Bahasa Indonesia
2. Bolehkah menulis gelar sebelum nama?
Sebaiknya tidak. Gelar akademik ditulis setelah nama lengkap, bukan sebelum nama. Contoh yang benar: Andi Pratama, S.T., bukan S.T. Andi Pratama.
3. Bagaimana jika seseorang punya lebih dari satu gelar S1?
Maka semua gelar tersebut dapat ditulis berurutan setelah nama, dimulai dari gelar yang pertama diperoleh. Contohnya: Rina Anggraeni, S.Si., S.Kom.
4. Apakah gelar harus ditulis dalam dokumen informal seperti chat atau media sosial?
Tergantung konteks. Untuk keperluan profesional atau formal seperti LinkedIn, CV, dan kartu nama, sebaiknya selalu tulis gelar dengan benar. Namun, untuk chat santai, boleh tidak menulis gelar.
5. Apakah boleh menulis gelar tanpa koma setelah nama?
Boleh dan justru dianjurkan menurut aturan resmi agar penulisan gelar terlihat lebih formal. Contoh yang benar: Rini Kartika S.T., bukan Rini Kartika, S.T.